Thursday, October 6, 2011

Crave for (free) Korean Wave

As long as i remembered, i never join or win any contest, blog giveaway, quiz, doorprize and so on. BUT, the first time i read about this, instantly i wanted to give it a shot.Why? Because i have been craving for this Korean Wave for soooo long.

If you wanted to know how long, it's not months, but years. Not one or two years, but several years. I started to consider this treatment since my early college year, about 5-6 years ago bwahahaha. Yep, i know it must be crazy wanting that treatment for so long, and never tried to do this at least once hahaha.

Why i want to make my hair wavy? Because i am blessed with this thin and straight hair, and i think it will look better if i have a little wave, so it wont be too thin and damped, and that wave will give some volume. Dont you think so?

So, i decided to join this contest and try my luck, afterall i've got nothing to lose, right. Anyway i think it could be one of my #Misi21 things hahaha. Wish me luck!  :D

See? It looks so thin. Need more volume

This is a Special Makeover Giveaway made by Carnellin and L'OREAL on her blog Whileyouonearth.blogspot.com. They will give 3 winners chances to get some makeover for their hair with three treatment options : INOA hair color, Korean Wave by Dulcia Advanced (this is the one that i want!!), or Japanese smoothing by X'Tenso Moisturist. For further information for each treatment, you can visit her blog directly.

If you were interested, just click here to visit her blog and see how it works. Just remember, the closing date is on October 12th, 2011.Good luck!

whileyouonearth.blogspot.com



Sunday, September 25, 2011

My Other Blog

Officially launched :


 
Please do have a visit. Enjoy :)

Tuesday, September 13, 2011

Tuhan Yesus Sayang Sama Bapak!

Pada suatu Sabtu sore, saya dan pacar pergi ke salah satu mal di Jakarta. Kebetulan saat itu bertepatan dengan waktu buka puasa, sehingga tak heran mal penuh, bahkan untuk mencari parkir pun sulit. Lima belas menit sudah terbuang hanya untuk mengantri dan mencari parkir, itupun kami masih belum menemukan tempat kosong. Masalahnya kami sudah terlanjur membeli tiket secara online untuk menonton di mal tersebut, sehingga percuma juga kalau kami keluar lagi dan mencari tempat tujuan yang lain.

Saat sedang mengantri untuk mencari parkir, seorang tukang parkir memberi tanda dan mengarahkan mobil-mobil untuk keluar dan mencari parkir di gedung lain, termasuk mobil kami.

“Parkir di gedung sebelah aja, Pak! Disini tempat parkirnya sudah overloaded.”

Agar tidak dipaksa ke luar gedung, si pacar pun berusaha menjelaskan kalau kami sudah terlanjur beli tiket bioskop disitu, sehingga akan sulit kalau harus parkir di gedung yang berbeda, mengingat hari sudah semakin malam. Untungnya si tukang parkir cukup bersimpati. Ia kemudian meninggalkan mobil kami dan melihat sekeliling untuk mencari kalau-kalau masih ada tempat parkir yang kosong. Dan tak lama kemudian ia kembali.

“Wah, Tuhan Yesus sayang sama Bapak. Ini pas ada yang mau keluar.”

Setelah itu, pemilik mobil yang sedang parkir tepat di depan kami datang lalu mengeluarkan mobilnya. Dan kamipun langsung dapat tempat parkir. Setelah membantu kami memarkirkan mobil, si tukang parkir kembali berkata, “Besok jangan lupa ke gereja ya, Pak!”

Peristiwa itu sungguh berkesan buat saya. Begitu banyak pelajaran dan makna yang saya dapat dari kejadian singkat itu.

Seumur hidup, baru kali ini saya bertemu dengan tukang parkir yang berkata seperti itu. Buat saya, ucapan tukang parkir itu seakan berasal dari Tuhan Yesus sendiri. Tuhan Yesus yang sedang mengingatkan kami tentang kasihNya yang besar, Tuhan Yesus yang mengingatkan kami bahwa Dia peduli akan semua kebutuhan kami, bahkan kebutuhan kecil seperti kebutuhan akan tempat parkir sekalipun.

Saya jadi diingatkan bahwa Tuhan itu memang suka memberi kejutan dan ‘hadiah’, contohnya ‘hadiah’ berupa tempat parkir yang tiba-tiba tersedia tepat di depan kami. Tak hanya sekali itu saja, sepanjang hidup saya juga sering mengalami hal-hal serupa, mendapatkan ‘hadiah’ yang tak disangka-sangka tepat ketika saya memerlukannya. Dan semua itu dilakukanNya karena kasihNya yang besar.

Saya juga salut atas ‘keberanian’ si tukang parkir yang berani secara langsung menyatakan kasih Tuhan. Jika saya jadi si tukang parkir, belum tentu saya berani berkata hal yang sama. Masalahnya, si tukang parkir tidak tahu agama kami, di mobil si pacar sama sekali tidak ada simbol-simbol yang menunjukkan bahwa kami adalah orang kristiani. Bagaimana jika kami bukan orang kristiani dan malah tersinggung atas ucapannya? Tetapi si tukang parkir tetap mengambil resiko dan berani menyatakan kasih Tuhan melalui ucapannya.

Terimakasih Tuhan! Terimakasih Bapak Tukang Parkir! Semoga saya bisa menjadi seperti bapak tukang parkir yang berani menyatakan kasih Tuhan kepada siapapun, bahkan kepada orang yang belum dikenal sekalipun; karena memang kasih Tuhan itu universal, bukan hanya untuk orang kristiani saja.

Wednesday, August 10, 2011

His Way To Say "I Love You"

Setiap orang punya cara masing-masing buat ungkapin rasa sayangnya, begitupula dengan dia. Eits, siapa bilang ini soal si pacar? Emang yang kata gantinya 'his' cuma boleh pacar? *nyolot hehe.

This 'his' is referring to my dad.

Walau saya udah kerja dan udah biasa naik kendaraan umum sendiri, si bokap masih aja suka nawarin buat jemput atau anter saya kalau dia bisa. Kalau bisa di pas-pasin jam berangkat kerjanya, dia pasti bakal usahain buat anter saya, daripada saya naik kendaraan umum. Begitupula kalau pulang. Kalau dia pulang cepet atau kalau dia lagi bisa, dia selalu tanya mau dijemput atau engga.

Jangan salah, saya bukan sekali ini aja naik kendaraan umum, udah dari SMP kali saya naik kendaraan umum sendiri, dan selama ini juga baik-baik aja (kan ada Tuhan :D ). Bahkan waktu saya kuliah juga udah biasa naik bis bolak-balik ke kampus saya di Karawaci. Jadi sebenernya bukan alesan karena dia khawatir saya ga biasa naik kendaraan umum. Mungkin yang namanya bokap, khawatir kali ya sama anak cewenya.

Kantor baru saya ini kan di daerah Gajah Mada, daerah 3 in 1. Kantor bokap di daerah Kuningan. Buat pulang ke rumah, dia bisa lewat jalan yang ga kena 3 in 1 dan langsung sampe rumah. Tapi kalo dia jemput saya, dia malah jadi muter-muter dan kita kejebak di daerah 3 in 1. Kalo cari jalan lain juga muacet. Dari awal saya udah bilang, saya pulang sendiri aja, atau nebeng temen saya yang kebetulan searah. Dan dia oke-oke aja, karena denger saya ada tebengan. Tapi suatu hari, kebetulan temen saya lagi sakit dan ga kerja. Pas-pasan juga sampe rumahnya agak malem karena di kantor lagi ada kerjaan. Jadilah si bokap udah dirumah sebelum saya, dan begitu dia tau saya naik kendaraan umum langsung deh nawarin jemput besoknya. Setelah itu, beberapa hari setelahnya dia selalu nelpon saya setiap jam 5, buat tanya saya pulangnya gimana hari itu. Dan kalo kebetulan si temen ga bisa, dia akan bilang dia yang jemput. Padahal ya, macet loh ke daerah saya.

Dan setelah itu, dia juga tanya-tanya saya turun dimana kalo ikut temen. Dan karena saya masih harus lanjut naik kendaraan umum sekali buat sampe depan rumah, dia jadi nyari cara buat bisa jemput saya tengah jalan, supaya saya ga usah naik kendaraan umum sama sekali.

Buat saya sih sebenernya naik kendaraan umum sekali itu bener-bener gapapa, toh udah deket banget. Paling 5 menit juga sampe. Daripada ngerepotin si bokap yang jadi muter-muter kalo jemput saya di tengah-tengah jalan. Jadilah saya bilang gitu ke bokap. Tapi namanya bokap, yah dia tetep insist mau jemput. Well, yaudahlah gapapa. Nanti takutnya saya nolak dia malah sedih ato tersinggung lagi.

Awalnya saya ga ngeh tuh kenapa bokap insisted banget buat jemput saya. Sampe suatu hari dia bilang kalo dengan jemput saya, dia jadi punya kesempatan buat ngobrol sama saya. Dan secara implisit itu berarti suatu hal yang berharga buat dia, sampe rela-rela muter lebih jauh dan macet-macetan. Demi bisa ngobrol. Aduh, saya bener-bener terharu loh. And i just realized that it's his way to show that he loves me.

Iya memang sih, kalau udah sampe rumah saya jarang ngobrol sama dia. Biasanya udah disibukkan lagi dengan kegiatan masing-masing. Kalo ngobrol juga paling gitu-gitu aja. Tapi kalo di mobil kan biasanya ngobrolnya lebih intens, karena ga ngapa-ngapain juga di mobil kan.

Sejak saat itu, saya jadi bertekad bakal lebih sering ngobrol sama orang tua saya. Terutama sama bokap karena dia sering ditugasin ke luar kota, dan saat-saat dia dirumah itu saat-saat berharga. *Jadi mellow.

Oh, I'm so blessed.

Thanks Lord, for giving me such a great Dad, a great family.

Thanks Dad. Thank you so much for all that you have done for me, for us. I love you too.








Tuesday, August 9, 2011

"Siksaan" Hari Sabtu

Holla blog! I know it's been a while since i updated this blog. Lately i was just too lazy to blog hehe. Oh, actually im still blogging, but on my other blog. (Curious? Just be patient, because i'll launch it soon *grin)

Agustus ini sepertinya bakal penuh perjuangan, soalnya saya harus masuk kerja di 3 hari Sabtu di bulan ini. Jadi, lebaran nanti kantor saya bakal "libur" seminggu, alias 5 hari kerja. Kalau dari pemerintah kan tanggal merahnya cuma 2 hari tuh, berarti harus ada kompensasi di 3 hari sisanya donk? Beberapa kantor libur dengan potong jatah cuti bersama karyawan, kalo di kantor saya, libur 3 hari itu dituker ke hari sabtu, jadilah ada 3 kali sabtu di bulan ini yang kita masuk kerja full. Yep, full. 9 to 6 every Saturday.

Can you imagine, still working until 6 pm on Saturday?? Well, saya ga komplain kerja Sabtu kalo cuma sampe jam 3 atau 4. Tapi sampe jam 6?? You've got to be kidding me! Hiks. Yah tapi apa boleh buat, demi 'libur' ekstra 3 hari di minggu lebaran, ya terpaksa dijabanin deh..

Sebenernya kasian juga sama yang lagi puasa, kalo sabtu harus kerja juga kan berarti mereka ga bisa buka bareng orang rumah. Dari senen-jumat kan udah buka di kantor, kalo sabtu kerja juga berarti mereka cuma bisa buka bareng keluarga hari minggu. Udah gitu di hari biasa jam kerja juga normal, ga ada masuk pagian pulang pagian gitu. Hmm...Tapi sepertinya dari pihak karyawan juga emang ga ada yg kasih usulan untuk ubah kebijakan sih, jadinya ga bisa ngomong apa-apa juga..

Dan 3 sabtu masuk kerja itu dimulai minggu ini! Bye-bye weekend *nangismeraungraung. Saya belom nonton Harry Potter, apalagi Transformer. Kapan nih jadinyaaa?? Hikss.. Berharap lebaran segera tiba, biar siksaan sabtu segera berakhir.

Semangattt! Libur hampir tibaa. At least minggu depan ada tanggal merah :D


Saturday, July 2, 2011

It's July!

It's July already, means it's already a mid year!! Always amazed with how time flies.

Two days ago, i visited a friend of mine, a highschool friend, which just celebrated her one month birthday of her daughter. Yes, her daughter! Suddenly i feel old, surrounded with friends which already have a baby. Oh man, it feels like yesterday we're talking about college life and stuffs, and now we're talking about baby and marriage?? Somehow it's freaking me out.

Still cant believe how time flies. Sometimes all i want is just grab time and make it stop, just for a while.

Well, anyway, maybe it's just times when i feel melodramatic hahaha.

Welcome July!

Friday, June 17, 2011

First week

Hey blog! This is just a little update from me.

Starting from last Monday, i've been working at a new office. Still working as an interior designer, but this is a whole new job for me, because now i am working as a store designer. Yeah, new things to learn, new people to get to know, new environment to get adapted with..

Well, I have to be honest that it's not an easy task for me. New thing is not my thing. I dont really like change. I prefer a more stable condition. But i know this is good for me, to make me a better person. So, i guess i just have to hang on and keep praying that everything'll be all right. I just believe that if He bring me to it, He will bring me through it :)

Cheers!

Tuesday, June 7, 2011

My Most Unusually Romantic Place

It’s the people who make the place. It’s the story behind the place which make place meaningful and historical. Even the most uncommon place could be the most romantic place for someone, just because they had an unforgettable moments on that place. What about you?

Quoted from Arterie Blog


What about me? *thinking.

Ehmm.. *thinking again. Ehmmm. *thinking harder.

Well, i dont know about romantic, but i think every place I go with him is a meaningful place, because of the person, because of the moment we spent together, because of the memory we shared, simply because of his mere presence.

His home, my home, his car, my car, my office (ehm.. ex office), Emporium Mall (where we had our first date), Taman Safari (our first trip together), Ancol (just any other special date), restaurants (where we spent most of times talking and sharing), Starbucks (where we usually spend our quality time together), hospital room (where he was sick and i visited him), what else? At time like this, i wish i could do like Harry Potter or Albus Dumbledore do, put the memory into the bowl of thoughts then recall them anytime they want. They called it “The Pensieve” – You know now that I am a HP freak LOL

But if i do have to pick one place, i think i would choose Hanamasa Mal Artha Gading as my most unusually romantic place (well, i dont know if a restaurant could be described as unusual).

Why? Because it’s the place where we celebrated our first year anniversary, it’s the place where we reviewed our one year relationship, and because it’s the place where we plan our future :)


As they said, it’s the people who make the place, and it’s indeed true :)


* Anyway, they are giving their collections for free for three winners – just by answering that question. Are you interested? :p

Wednesday, May 25, 2011

Say it with cards

I always love when someone give me a card (greeting card); birthday cards, christmas cards, etc. And i do love to give cards to my beloved ones, preferably handmade cards.

Waktu SD-SMP-SMA awal, waktu masih jaman buat ngasih kartu natal ke orang-orang, saya sangat menunggu-nunggu momen untuk milih-milih dan beli kartu natal sampe nulisin 1-1 kartunya. Dan tentu aja saya seneng banget kalo ada yang kasih saya kartu natal, apalagi yang ada personal notes nya (bukan cuma ucapan template 'merry christmas' yang ditambah to and from). Oh, i really love that moment. 

Saking senangnya, sebagian kartu-kartu itu masih saya simpan sampai sekarang loh. Dan saya juga senang baca-baca lagi kartu-kartu itu. Lucu. Jadi inget masa-masa dulu, ke-cupu-an masa kecil hehe. Saya jadi inget dulu saya pernah deket sama siapa, dulu naksir siapa, ditaksir siapa, apa yang terjadi waktu itu, dsb dst. Senang... :D

Sayangnya sekarang-sekarang ini sepertinya orang udah mulai males ngasih kartu ucapan. Saya udah ampir ga pernah dapet kartu natal lagi, kecuali mungkin kartu yang diiringi sama parsel, atau kartu natal dari saudara di luar negeri. Kalau dari temen, hampir semua ngucapin lewat bbm, termasuk saya juga ngucapin lewat bbm/sms. Tinggal sekali ngetik, trus di broadcast deh. Selesai. Ga ada nilai personalnya. 

Personal notes

Inilah yang bikin saya senang dengan kartu ucapan: nilai personalnya. Bukan cuma sekedar nulis "to and from", tapi nulis personal notes seiringan dengan kartu itu. I can feel their feeling through their handwritten notes within the card. Ngasih kartu ucapan perlu effort lebih dibanding sekedar nulis bbm atau sms, nulis di kartu ga bisa dengan gampang di 'erase' kaya di bbm/sms, makanya perlu dipikirin dulu apa yang mau ditulis. Ngasih kartu juga harus dipilih-pilih kartunya, supaya sesuai dengan message yang mau disampaikan, atau kesukaan orang yang mau dikasih. See, it's the effort and the meaning that counts. 
Arterie, Artisan Papeterie

Masih ingat cerita soal side job saya? Ini dia side job nya, ngurusin social media dari Arterie. Jadi kalau belakangan pada notice kalau facebook saya penuh dengan postingan dengan embel-embel "via Artisan Papeterie", atau di twitter saya banyak RT dan mention si @myarterie, atau saya banyak promosiin www.arterie.me atau www.arterie.me/blog, well it's part of my job, to introduce you to Arterie, Victor & Colette.  Dan, tebak siapa yang nulis blog untuk mereka? Yup, that's me! So, technically it's my fifth blog already hahahaha. 
Apa hubungannya sama kartu? Jadi, Arterie ini adalah brand punya teman saya yang salah satu product nya adalah greeting cards. Jujur aja pertama kali saya liat Arterie (sebelum saya ngurusin social media promotion nya), saya langsung jatuh cinta. Saya suka desain-desain  mereka, saya suka penggambaran tokoh mereka, Victor & Colette, dan saya suka banget sama konsep mereka 

We believe that E-mail is great, but nothing can replace the warmth of your handwritten note, and therefore, we want to be there for you to celebrate every season of your life and loved ones. - Arterie

Well, kalimat itu bener-bener bisa menggambarkan alasan kenapa saya suka kartu, surat, handwritten notes; slogan mereka itu "gue banget"! Rasanya pengen suru si pacar buka web nya trus bilang, " tuhh.. makanya sering-sering kasih aku kartu " hehehehe. Sebenernya sih dia lumayan sering kasih kartu, paling ga pas event-event tertentu dia kasih, (thank you dear!!!) tapi saya ga nolak loh kalau dikasih kartu dengan personal handwritten notes lebih sering lagi hehehe. 

Makanya, pas suatu hari saya baca kalau mereka lagi nyari orang buat ngurusin social medianya, saya langsung semangat tanya-tanya mereka. And thanks God i got the job :D 

Walo sebenernya ini something yang bener-bener baru buat saya, dan i dont know if i could perform well in this job, at least i want and willing to try, and i am excited. The rest is up to Him, as usual hehe. And until now, im still excited to work on this project :D
Sooo..  please visit www.arterie.me to see their collections (believe me, it's worth to visit), like their FB page here, and follow @myarterie on twitter (especially for those who are craving for love quotes, we tweet sweet and meaningful love quotes everyday). And for fellow bloggers, please do visit www.arterie.me/blog, we discuss interesting topics every week. Currently we're talking about #originalLove, and very soon we're gonna have a giveaway for you, readers. 
Stay tuned!

Oh, and back to cards, I would like to say thank you to some of you, this post actually dedicated for you guys.
For my fellow highschool friends who keep giving birthday cards to me, and sometimes it's a handmade card. Big thank you! I truly appreciate it. Dont ever get bored to give me birthday card :p (any other cards will do too)

To Melina, who keep giving christmas card (at least until last year or 2 years ago), although it's not a common thing to do anymore. But really, you're so sweet. Thank you. 

I also would like to say thank my dear sister, Irene Chow, who sent us a thank you card far from US. Well, i was really surprised to get the card. And i also want to thank you for visiting us here :)

Last but not least, i also want to thank my dear boyfriend, who keep giving me cards on special occassion, though i know it's not his nature to do so. Thank you so much, and looking foward to see (much) more cards from you :D

Cheers!

Saturday, May 21, 2011

Hampir pingsan!

Holla blog! Sudah lama rasanya tak menulis, dan nulis-nulis lagi malah curcol haha. Iya, sesuai judul, saya mau cerita pengalaman amazing saya kemaren, sakit sampe rasanya hampir pingsan.


Jadi, kemaren ini hari pertama saya dapet tamu bulanan, dan udah jadi rahasia umum kalau si tamu bulanan itu dateng bisa sangat menyusahkan dan menyakitkan. Yah, emang beda-beda tiap orang, dan beruntunglah kamu wahai wanita-wanita yang ga mengalami sakit itu hehe. Kalau saya sih umumnya biasa-biasa aja sakitnya. Sakit, tapi ga sampai mengganggu aktivitas. Dulu memang ada masa-masa saya sangat kesakitan kalau si tamu datang, seinget saya sih memang pernah sampai masuk UKS (Unit Kesehatan Siswa- eh bener ga ya itu kepanjangannya?) 2 atau 3 kali gitu pas masih sekolah. Tapi itu dulu, waktu saya masih SD-SMP gitu. Seinget saya sih sejak SMA, kuliah, dan kerja sekarang udah ga pernah seheboh itu. Paling kesakitan dikit-dikit, tapi masih bisa ditahan.

Nah, entah kenapa, kemaren ini tiba-tiba sakitnya luar biasa. Sakit yang bikin lemes, kepala keleyengan, sampai ga bisa ngapa-ngapain. Saya lagi di kantor, dan lagi ada kerjaan. Tapi sakitnya bikin ga bisa konsen, bahkan buat duduk aja berat bener, pengennya rebahan gitu. Kayanya pas-pasan tekanan darah lagi turun juga, sampe rasanya darah ga ada yang ngalir ke kepala haha. Temen kantor saya bilang muka saya pucat, dan disuru pulang aja. Yah sebagai karyawan yang baik (ehem), saya ga mau donk pulang gitu aja, manja banget gitu ya kesannya. Akhirnya saya minta tolong dibikinin teh manis hangat, biasanya sih itu bantu. Eh tapi ternyata ga loh, dan saya pun memutuskan untuk ijin pulang aja, toh saya udah ga bisa kerja apa-apa juga.

Baru deh pas saya berdiri, berasa kalau ijin pulang adalah keputusan yang tepat. Pas berdiri itu rasanya hampir gelap, berasa lemes dan jalanpun susah. Waduh gawat! Saya kan masih harus naik ojek sampe rumah. Akhirnya, sambil terus berdoa dalam hati, sayapun maksain diri jalan pulang. Untuk juga ya naik ojek, jadi bisa lebih cepet, dan untung juga kantornya deket rumah, dan untung juga jalanan ga macet, jadi paling 10 menit udah sampe rumah. ( saya tau sih ga ada yang kebetulan, jadi emang semua itu karena Tuhan masih sayang sama saya aja hehehe). Selama di ojek juga nyaris ga bisa buka mata, pusing soalnya. Untung itu ojek langganan yang udah tau rumah saya, jadi saya tinggal berjuang untung ga pingsan di ojek hahaha. Bener loh, saking lemes dan sakitnya saya udah takut pingsan di ojek. Saya juga agak nyesel sih kenapa ga naik taksi aja kalau udah separah itu ckckckck.

Thanks God banget saya pun sampai dirumah dengan selamat. Sambil setengah sempoyongan saya buka pintu pager. Dan ternyata, pintu dikunci dan ga ada orang dirumah! Such a great timing! Saya emang bawa kunci, tapi saat itu bahkan effort untuk nyari kunci di tas aja udah berat bener. Setelah berkutat beberapa lama kunci ketemu dan saya pun berhasil masuk ke rumah. Fiuhh..

Kenapa saya sampe nulis di blog? Karena buat saya itu pengalaman yang "amazing". Beneran saya baru kali itu ngerasa ampir pingsan, tapi masih harus beraktivitas ini itu. Dan baru kali itu saya berasa susahnya berdiri, jalan, buka pintu, dan bahkan ganti baju. Bener-bener 'amazed' sama apa yang saya rasain, dan 'amazed' saya masih bisa survive sampai rumah dan sampai kamar dengan kondisi kaya gitu hehehe.

Sekali lagi, saya tau ga ada yang kebetulan dan saya tau kalo itu semua berkat campur tangan Tuhan aja yang masih menolong dan melindungi saya. So, pengalaman ini adalah salah satu cara Tuhan buat ingetin saya bahwa betapa Dia sayang sama saya. Praise The Lord!

Tuesday, May 10, 2011

Back to Friendster

Gara-gara baca blognya si isyana soal Friendster, jadi tau kalo FS (katanya) mau di-reboot akhir Mei, jadi deh hari ini ikutan dia ngubek-ngubek FS buat baca-baca memori lama hahaha *gaya.

Ternyata booming Friendster itu belom lama ya, berasanya tuh kaya udah 5 tahun yang lalu terakhir main FS, tapi ternyata belom segitu lamanya juga, setelah diingat-ingat tahun 2008 saya masih main FS. Kenapa ya waktu itu orang beralih ke Facebook? Dan sekarang malah Facebook udah mulai digantikan Twitter :p Ternyata umur sosial media ga terlalu panjang juga ya.

Tujuan utama saya nulis post ini sih cuma mau "mengabadikan" testi pertama (dan terakhir juga sih, secara skarang uda ga main FS) dari si pacar yang dulunya masih calon pacar. Ini dia testinya

17 Oktober 2008,

oi2 baru sempet kasih testi neh hehehe...
Kesan pertamanya hmm.. kaya anak manja hahaha no offense... but deep down inside a truly unique person dan mandiri juga...
Anyway about your last blog, i want to have another comment but i think live comment is better hehehe...(padahal males nulis)
Last but not least you said to me nice to chat and meet me (thanks for the testi) but i want to say that the pleasure is mine, nice to know u d....

Trus saya kan jadi penasaran, saya pernah ga ya kasih testi buat dia? Jadilah saya ubek-ubek FS dia hihihi.  Dan ternyataa... ga ada donkk!! Hahahaha. Saya heran juga sih, ko saya ga pernah kasih testi buat dia ya? Padahal saya tipe orang yang rajin nulis-nulis testi orang-orang. Mungkin karena itu lagi peralihan FS dan Facebook kali ya, sama mungkin gara-gara baru kenal juga hihihihi *alesan. 

Gara-gara bacain testi, saya mau bikin random things about me and FS ah..

1. Saya dulu suka testi-testian sama "dd ketemu gede" saya di SMA, debo. Dulu seringg banget kirim-kirim testi, udah kaya ngobrol gitu jadinya. Sekarang ni anak kemana ya? Kaya ngilang ditelan bumi. Saya menyayangkan sih jadi lost contact sama dia, padahal she was one of my best friend at high school. 
2. Status FS saya masih single loh! Padahal dulu ya, saya suka wondering kapan saya bisa ganti status single saya itu jadi in a relationship *curcol hahaha. 
3. Berasa lebih banyak kontek sama temen di FS (dibanding Facebook), kalo ngeliat testi-testinya itu lebih variatif, dapet testi dari orang yang ga terlalu deket juga, dan lebih banyak orang. Kalo facebook kan cuma interaksinya sama itu-itu aja. *ato ini beda jaman aja ya?
4. Blog pertama saya itu di friendster. Sampe saya akhirnya pindah kesini buat terusin blogging. Untung juga ya pindah sini, kalo saya terusin di FS kan basi bener ya? hehe.
5. Dulu saya suka banding-bandingin jumlah testimonial saya sama temen-temen saya. Suka ngerasa seneng aja kalo testimonial saya lebih banyak dibanding temen laen yang padahal jumlah temennya lebih banyak. Mungkin gara-gara itu ya saya seneng minta orang nulis-nulis testi buat saya hihi. Dan btw, testimonial saya jumlahnya 1004, dengan testimonial terakhir di tgl 13 April 2009 - which is spam haha. 

5 aja cukup deh, tadinya mau bikin banyakan, tapi setelah dipikir-pikir ga ada yang penting lagi hahaha. 

Baca-baca testi juga bikin saya inget dulu saya pernah deket sama siapa aja. Salah satunya testi alay dari si cheve ini yang bikin saya inget kalo dulu kita berdua + wenny itu trio kwek kwek yang ampir selalu bareng (kecuali pas si cheve di BEM dan saya di HMJ, tinggalah wenny terlantar hehe.) Miss youuu cintahhh...

Che, 19 Juli 2008

J

e

l

e

x



S
a
y
a

K

a

n

g

e

n

samaaaaa....

WEnnY
hahaha

:P

another testi from cheve, oh how i miss u veee..... sini donk balik!! kita ngobrol2 lagi..

Che, 11 Mei 2008

sepertina kita sama kepohna d
gak heran kita jadi BGF
haha

u sepertina OL n gw jug.. u cek fs gw,,, gw cek FB u
hahaha
gueejee abis..
minggu tenang di karawaci pa di rumah bu..?

Makin ke balakang makin banyak memori nih, jadi inget macem-macem lagi. I wish FS ga di reboot deh, ato mau reboot ya gapapa, asal testi2 nya jangan ilang hehe. Because FS is like a key to the past, when i could search my lost memory there. 

Dan 1 hal lagi yang bikin saya kangen sama FS, dulu orang-orang sering ngirim testi buat saya, sekarang orang-orang jaranggggg banget nulis di wall saya. Maklum, saya kan "banci komen" hahahaha. Kalo ada yang kasian sama saya, boleh ko nulis di wall fb saya lagi, selama FB masih berfungsi dan belum terlalu dilupakan kaya FS :p


Wednesday, May 4, 2011

Intermezzo

Iyaaa saya tau udah beberapa hari ga update soal #misi21, dan saya masih utang #misi21 hari ke-8 hahaha. 

Ehm, ijin dulu ya buat take a break sebentar dari #misi21 nya, ada beberapa hal yang urgent dan lagi saya urus, jadinya saya ga kepegang buat update blog. My life is about to change now, so currently i am preparing things to be ready. Hopefully everything will be fine and turn out good. 


Hey, me, be ready for a change!  :D

Friday, April 29, 2011

Goodbye Mr.Jo (A tribute to Mr. Johannes Oentoro)

Two days ago, i got this broadcast message from a friend,

" It is with deepest sympathy and sorrow we announce that Dr.(HC) Johannes Oentoro, Ph.D went peacefully to be with his Lord and Savior Jesus Christ at 21.15 on April 27,2011 at Siloam Hospital Lippo Village. Friends and families will always cherish the memories of his faithful life that was deeply rooted in Jesus Christ. "

Mr Johannes Oentoro was the founder of UPH, my Alma Mater, a place where i got so much things which make me who i am today. I never regret taking UPH as my university, because i feel so blessed. At UPH, i dont only get knowledge, but much more than that, I know God more, i know myself more, i met many extraordinary and humble people and it's priceless.

I never known Mr. Jo in person, but i've heard so much about him, about his faith and his dedication. And i guess, im not exaggerating to say thank you to him, and to give a standing ovation. I believe it's also because of his pray and faith that UPH can be like it is now. A place where i got so much blessed when i was there, and i know there's also a lot of people blessed too.

I found this article today in FB (it's from her, which i belive feel blessed too). And i hope with this article you can also feel his dedication, his faith, and his love to God and his nation.

Farewell Mr. Johannes Oentoro. Thank you for giving to the Lord.



(A tribute to the founder of UPH..)

In the beginning was a dream, and the dream was in Johannes Oentoro’s heart, and the dream has come true.

By Pitan Daslani

Campus Asia Volume 2 Number 1 – March 2008


One morning in Salatiga, a couple of Satya Wacana University students were discussing their future. They had been in love for some time and the girl might have thought that her boyfriend would be like other ordinary students who would think about accumulating wealth as a symbol of success in life.

And she was wrong. To her surprise, Santi – the girl – heard a rather bizarre remark. Johannes Oentoro gave her something no other girl of her age would be pleased to her. Speaking in Javanese, Johannes said, “One thing you need to know is this. If and when I become rich, do not expect me to give you all my money. I need the money for something else.” Normally, such a remark would arouse suspicion. One would assume that on hearing that, Santi probably thought that her boyfriend might be dating another woman.

But she took it calmly and did not want to interrupt his plans. Because her boyfriend was speaking very seriously and in fact he repeated the remark at least three times.

After some time Santi realized that she had not been dating an ordinary man. Her visionary electro-major boyfriend piloted their blossoming relationship for nine year before the got married.

And during those memorable years, Santi learned a valuable lesson: Johannes wanted to open world-class schools in many part of Indonesia “in order to make our nation smart,” she told Campus Asia, citing Johannes’ determined promise of long gone years.

After a lapse of 30 years, the promise has come true. The dream of the former Satya Wacana student has translated itself into a magnificent tower of educational excellence in Pelita Harapan Foundation that runs a three-tier schools network – Pelita Harapan, Dian Harapan, and Lentera Harapan, with Universitas Pelita Harapan (UPH) carrying the banner of Smart and Global Campus in the front line.

“I have a burden in my heart to open 10 Pelita Schools, 100 Dian Schools, and 1000Lentera schools. From the bottom of my heart, this sincere desire looms large,” Johannes told Campus Asia over a Sunday lunch recently.

“You must know, that this is my heart,” he continued. “True knowledge, faith in God, and Godly character comprise what my heart wants to give to nation.”

He was referring to the philosophy of Pelita Harapan Foundation that guides all the educational institutions therein.

“So I want to build 10 strong Pelita schools. These schools then raise fund to open 100 Dian schools. And together they raise fund to open 1000 Lentera schools that must be spread evenly across Indonesia,” Johannes said.

“His vision is to open good schools for different layers of society so that everybody may have opportunity to have good education,” explained Johannes’ youngest brother Jimmy Oentoro who accompanied the couple during the lunch time interviewed.

Being a man of principle, Pak Jo – as he is fondly referred to by close friends – in fact did not stop at merely giving Santi the educational promise before marriage.

He developed his vision further when pursuing a doctorate degree in Australia. His dissertation also focused on total transformational education as a way to elevate Indonesian society’s welfare.

So now, after the dream has come true, what else would Johannes do? For the past few years he has been physically hampered from doing more for Indonesia’s world of education because of a declined health condition. He is recuperating; somehow, thought still has not reached the level of health conditions that would enable him to perform normally. It was this health disadvantages that prevented him from continuing to sit in the chair of UPH rector – a position he had occupied since the establishment of the university on May 18, 1994. Yet the people who used to work for him are now running the university very well. Jonathan Parapak – UPH’s current Rector – worked for him for four year in the Schools of Business and Sheldon Nord – UPH’s President – was on his staff at SPH and UPH.

“They were very good people and they worked well with me,” Johannes recalled. Adding, “Sheldon was the first person I recruited because I knew he would perform well”.

Karawaci was then an empty are with “no house, nobody, nothing in place here,” Johannes added. He recalled inspecting construction activities of the buildings by himself and directing workers right on the spot.

“There’s a lot of things that I wish I could do here and also in the rest of Indonesia. I want to see people – everybody – with better education. This is my heart, my sincere heart.”


His noble dream matched the vision of James Riady with whom he teamed up to better translate the ambition, starting with the establisment of Sekolah Pelita Harapan (SPH) which in now Indonesian’s favorite destination for elementary to secondary level of education with international standards.


SPH is also a benchmark for other schools across the archipelago given its international accreditation, professional management, good parental relations, and thriving reputation.


Johannes and James arer both visionary leaders who established the Pelita Harapan Foundation in 1993 to provide education for all walks of life based on the philosophy of true knowledge, faith in God, and Goldly character.


Many people are not aware that the most pleasant coincidence in this duo lies in their remarkable unity of vision for a more educated society to be sharped up through total transformative education that creates a balance between knowledge, faith, and character.


But there is an even more surprising coincidence, The names of all schools under them refer to sources of light – Pelita, Dian, and Lentera are Indonesians words for defferent types of kerosene-fed-lamps. And James Riady’s middle name is Tjahaya – the Indonesian word for “light”.


So in faith one may say that what started off in Salatiga three decades ago in Johannes Oentoro’s love relationship has been divinely guided for completion, yet for a bigger purpose – helping make Indonesia smart society, education observers say.


This why UPH officials are saying that their vision on education is very clear. Knowledge alone is not enough. It must be guided by faith in God in order to produce people withGodly character.


Perhaps one of the reasons why Indonesia has not performed well in education is because it focuces on knowledge and skill but ignores the need to have it base on – and guided by faith and development of noble character.


This why, as explained by a Pelita Harapan educator, in Indonesia today,” people who break the law most often are those who understand economics very well.” In other word, Indonesian education system has produced, in general. People who cannot match their words with deeds.


Paradoxically, this is a country that some times claims to be religious, upholding the declaration of belive in on Supreme God in the first lne of its State Principle called Pancasila. And yet in general, its education has failed to produce people of good character in all layers of society.


Education observers say that what the nasion need badly today is a holistic, total transformative type of education that can produce an educated society with noble character.


But that cannot be realized easily until Indonesia has more people with ‘Johannes Oentoro dreams’. So, perhaps one needs to find out whether on the hundreds of campuses across Indonesia there are youngsters imitating Johannes Oentoro’s dating style – promising education rather than material success to your lover.


RIP....Dr. (HC) Johannes Oentoro, Ph.D


#Misi21 - Day 11 - small gift for them

#Misi21 ke-11 adalahh


Buat ucapan terimakasih untuk panitia dan pendukung paskah pemuda 2011


*Sengaja belum saya masukin fotonya, karena kan belum dikasih barangnya.. Nanti ya kalo udah dikasih baru dimasukin fotonya :D

Saya emang panitia paskah di pemuda gereja saya, dan saya emang yang bertugas nyari kenang-kenangan untuk pendukung acara dan panitia paskah. Kalo biasanya kenang-kenangannya selipan alkitab ato kartu, kali ini beda donk.. Kemaren saya abis nulisin 1-1 namanya di kertas dan di staples ke "barang" yg mau dikasih. Simple sih, tapi karena lumayan banyak, jadinya lumayan lama juga ya ternyata hahaha. Tapi entah kenapa saya seneng ngerjainnya. Semoga mereka yang dapet juga senang yah :D

Intermezzo, kemaren, 28 April itu birthdaynya ex housemate saya loh. Happy birthday jeng!! Trus kemaren juga 4th anniversary nya dia sama mas nya. Happy 4th anniversary!! Akur-akur terus ya kaya burung merpati :p 

And that's a wrap for day 11

Thursday, April 28, 2011

#Misi21 - Day 10 -'Love removes effort'


Baru hari ke-10 nih, udah mulai pada bosen belom bacanya? Saya aja udah mulai bosen *kaya banyak yang baca aja haha. 

Sekedar mereview dikit, #misi21 adalah sebuah misi yang digagas oleh Rene Suhardono (@reneCC) dalam rangka pencarian passion. Dan tambahan goal pribadi, selain mencari passion hopefully saya juga bisa lebih mengenal diri sendiri dan potensi-potensi yang saya punya, to make my life more exciting and meaningful. Selengkapnya bisa dibaca disini.

Sejauh ini udah 10 hari berlangsung misinya, dan udah sekali gagal (ohiya, saya masih punya utang di misi ke-7!). Ga gampang ternyata untuk melakukan hal baru setiap hari secara konstan; soalnya konsistensi itu sendiri yang sulit buat saya pribadi. Yang ada tiap hari saya mikir mau ngelakuin apa yang baru hari ini dan kadang ga nemu apa yang bisa saya lakuin yang beda dari sebelum-sebelumnya. Tapi sejak jalanin #misi21 ini somehow saya merasa hidup saya lebih seru sih, karena ada hal-hal baru yang saya lakuin, jadi ga boring dan monoton. Makin seru misi saya hari itu, makin semangat saya jalanin hari itu. And hey, that's a good thing, right!

Review dari goal pribadi, tujuan awal saya terutama finding my passion in job and career, saya ga mau stuck di kerjaan kalo saya ga suka dan ga enjoy ngerjainnya. That's why i desperately need to know what my passion is. And so far, i still am not sure about what my passion is, tapi mulai 'terbuka' sih sedikit gambaran tentang hal yang saya suka dan mungkin bisa saya jadikan mata pencaharian di masa depannya. Saya emang ga mengejar karir, toh nanti abis married juga saya akan jadiin keluarga sebagai prioritas, but on the other hand saya tetep mau punya kerjaan sebagai aktualisasi diri saya sekaligus bantu-bantu perekonomian keluarga. Kan kalo udah tau susahnya cari duit ga akan segampang itu ngeluarinnya juga, ya ga hahaha. 

Yah semoga deh makin lama Tuhan makin membukakan apa yang Dia mau dalam hidup saya. Please help me, Lord. I truly depend on You, because i dont know anything about my future. But i do believe that my future is safe in Your hands.

Okay, balik ke soal #misi21, jadi misi ke-10 saya adalah 


Updating my portfolio and CV

source : getty image

Saya itu paling malas disuru bikin portfolio, kalo cv masih mending deh effortnya ga terlalu gede, tapi kalo portfolio kan harus dipikirin bener-bener, harus foto-foto, edit-edit, belom bikin desain background dan nyusun-nyusunnya. Hehh..ribet! Makanya sejauh ini saya cuma pernah bikin portfolio 2x, yang pertama waktu apply magang, dan kedua waktu mau apply kerjaan di tempat sekarang. Dan selama ga butuh buat portfolio, saya bukan tipe yang bakal rajin-rajin update portfolio dan cv saya haha. 

Nah berhubung portfolio saya yang lama udah terlalu ketinggalan jaman (itu saya bikin di tahun 2009, berarti udah 2 tahun saya ga update kerjaan dan karya-karya saya), dan saya tau one day saya akan tetep butuh portfolio buat apply kerjaan baru, atau bahkan buat presentasi ke klien kalo one day saya punya bisnis sendiri, jadilah kemaren saya menyempatkan diri mengupdate portfolio saya. Dan kebetulan memang ada tawaran kerjaan dari temen saya yang mengharuskan saya mengupdate portfolio dan cv *ketauan deh alesan sebenernya hehehe. Jadilah semalam saya 'begadang' buat update portfolio saya. 

"Love removes effort "

Quotes ini saya dapet pas blogwalking di blog nya Angela. Dan menurut saya itu benar sekali. Dia kasih contoh, kalau kita sayang sama seseorang, kita bisa dengan willingly dan without complain melakukan banyak hal untuk orang itu. Dan i guess ini juga berlaku juga di kerjaan. Kalau emang enjoy ngelakuinnya, betapa banyakpun effort yang dikeluarkan, walau sampai begadang-ga tidur sekalipun, kalo emang passion nya disitu sih rasanya bakal seneng-seneng aja ya. Ngantuk sih pasti waktu abis begadang dan ga tidur, tapi kok rasanya rela-rela aja ya ngelakuinnya. Kepuasan setelah bisa menghasilkan karya itu rasanya luar biasa, lho. Gini-gini saya juga pernah ngalamin momen-momen itu. *dulu, waktu masih kuliah haha. 

Dan sebaliknya, kalo emang ga suka, kalo emang ga enjoy, effort sekecil apapun yang dikeluarkan akan terasa berat. Jangankan begadang sampe ga tidur, lembur 1-2 jam aja bisa tersiksa banget. Nah kalau udah kaya gini mungkin perlu dipikir ulang, Do i really enjoy this job? Or do i really get what i want in this job with all the consequences? Maksud saya, ada juga orang-orang yang kerjanya setengah mati tapi ditahan-tahanin karena imbalan yang didapat juga sebanding. Tapi kalo udah ga suka, imbalan ga sepadan, dan ga ada yang dituju dengan bekerja disitu, apa lagi yang harus dipertahankan? Well, it's just my personal opinion ya. 

Balik ke soal portfolio, jujur males loh pada awalnya, susah bener buat mulainya. Dan apalagi saya ga suka desain portfolio saya yang lama, jadilah saya bikin desain baru. Tapi lama-lama saya enjoy bikinnya. Mungkin karena saya -entah kenapa- emang suka ngutak ngutik power point. Jadi ketika saya pada akhirnya bermain-main dengan si power point ini untuk bikin portfolio, saya jadi semangat dan senang nyelesain portfolio saya. Tapi kenapa ya saya udah lama ga ngerasain hal kaya gini di kerjaan saya? *curcol

Dan ini cover power point saya. 

Elemen-elemen background nya saya pinjam dari Shinta, freebies :p 

And that's a wrap for day 10

Wednesday, April 27, 2011

#Misi21 - Day 9 "Blog baru!"


Baru hari ke-9 yah. perjalanan masih panjang. Masih ada utang pula di hari ke-7 hiks.

Okay, jadi #misi21 saya yang ke-9 adalah

Bikin blog baru 

source : getty images

Okay, the truth is, sekarang ini saya punya 3 blog, ditambah yang kemaren baru saya buat, saya punya total 4 blog hahahahaa. Jadi kenapa donk saya bikin blog baru lagi?

Begini, blog yang saya punya itu 3-3 nya beda fungsi dan beda target. Blog yang pertama itu blog yang kalian baca sekarang. Ini blog untuk umum. Isinya tentang hal-hal general tentang hidup saya, pelajaran-pelajaran hidup yang saya dapet. Blog kedua adalah blog pribadi saya, a secret blog. Kalo yang ini blog curhat, dan bukan untuk dipublish. Diary versi modern gitu deh hehe. Kalo blog yang ketiga, ehm, ini masih dirahasiakan sekarang. Yang jelas ini blog udah dipublish, punya segmen dan fungsi yang beda. Dan saya juga masih menyimpan identitas saya di blog tersebut. One day i will share this blog to you guys too. Just wait and see hehe. *sok misterius.

Trus, buat apa donk blog yang ke-4? 

Blog saya yang ke-3 ini mau saya "seriusin", mau saya bikin more go public, dan saya mengincar pembaca baru yang di luar lingkungan pergaulan saya. Nah, blog ke-4 ini berfungsi untuk mempublikasikan blog ketiga saya. Jadi isi dari blog ke-4 hanyalah sebatas preview-preview postingan di blog ke-3. Soalnya, blog yang baru ini berdomain di salah satu forum besar di Indonesia, oleh karena itu saya berharap bisa dapet pembaca lebih luas dengan bikin blog disitu. 

Terus alasan kenapa saya ga seriusin blog ke-4 aja, karena blog ke-3 saya lebih user friendly, dan emang tempat buat blogging, beda dengan tempat blog ke-4 yang fungsi utamanya sebagai forum. *eh ko saya rempong ya? Belom tentu ada yang tanya sedetail itu juga hehe.

Terus, alesan kenapa saya mau "seriusin" blog saya, ya karena seriusin blog ini bagian dari finding my passion. Saya sadar kalau saya suka blogging, dan saya menikmatinya. Jadi saya mau coba seriusin hobby saya ini, saya mau liat sejauh mana saya bisa jalanin ini, dan siapa tau one day saya bisa dapet penghasilan dari blogging. *I wish

Terus, kenapa blog ketiga yang diseriusin, kenapa bukan yang pertama, ato yang kedua? Ya karena pengen aja hahaha *minta ditimpuk -Lagian belom tentu juga ada yang tanya sedetail itu, sih.- hehe. Engga deng, karena saya merasa blog ketiga saya itu lebih segmented, lebih jelas target pembacanya, jadi lebih mungkin dikembangkan hehe. Buat yang penasaran blog ketiga saya tentang apa, sabar yaaa... 

Ohya, sekedar info, sidejob yang saya cerita disini itu bagian dari hobby blogging saya ini loh. That's why im so excited :D

And that's a wrap for day 9

Tuesday, April 26, 2011

#Misi21 - Day 8 'dinner for him'

Buat hari kali ini saya semangat banget nih laporan #misi21 nya.
*Beda banget yak sama misi ke-7 kemaren bwahahaha.

#Misi21 - day 8 :

Cooking dinner for boyfriend (and brother)

source : gettyimage , as usual

Pertama, kalau-kalau ada yang bertanya-tanya kenapa yang dimasakin cuma pacar dan adik, sebabnya adalah nyokap saya vegetarian, dan kemaren saya masak yang berdaging-daging, dan bokap lagi di luar kota. Dan kalau-kalau ada yang tanya lagi, apa bedanya sama misi hari pertama, kalo yang hari pertama itu masak dengan ide memasak dari nyokap, saya cuma mengambil alih kerjaan nyokap buat memasak hari itu. Nah kalau kemaren, saya bener-bener mengkhususkan diri masak, minta tolong nyokap beliin bahan-bahannya, sampe googling dulu resep masakannya. Intinya, yang kemaren lebih niat deh hehehe.

Jadi acara memasak kemaren diawali dari sms nyokap, dia tanya hari ini mau masak lagi ga, kalau mau nanti dia beliin bahan-bahannya, sekalian dia mau ke pasar. Tringg..langsunglah saya dapet ide buat sekalian masakin dinner buat si pacar, mumpung dia lagi libur juga. Saya emang udah niat masakin makanan kesukaan pacar dari kemaren-kemaren, tapi belom kesampean. Nah mumpung kemaren bisa, dan si pacar juga bisa dateng, jadilah saya masak sup krim ayam jamur kesukaan dia, plus ayam masak paprika. Kenapa ayam masak paprika? Soalnya pas googling nyari resep simple buat pemula, saya tertariknya sama resep itu hahahaha. *ketauan deh amatirnya

Resep kali ini saya bener-bener belom pernah coba sebelumnya. Bener-bener gambling! Sempet kepikiran pas googling, "gimana ya kalo ternyata ini website sebenernya bohong, sebenernya rasanya ga enak, cuma sengaja aja mau ngerjain orang", eh bener loh saya sempet kepikiran gitu. Skeptis banget ya. (Mungkin udah ketularan sifat skeptis si pacar yang auditor hahaha *alesan). Tapi ya karena saya ga punya pilihan laen selain percaya aja sama yang dibilang mbah google, jadilah saya ngikutin resep yang saya dapet.

Keluar kantor pk17.30, sampe rumah pk 18.00, langsung ganti baju dan siap-siap masak. Ga lupa kabarin si pacar kalo saya udah sampe rumah, jadi dia kalo udah beres urusannya bisa langsung ke rumah. Namanya jarang masuk dapur, saya nge blank pas udah berhadapan dengan bahan-bahan yang ada. Bingung musti mulai darimana. Bolak balik baca resep, dan akhirnya mulai. Saya ga tau deh harusnya masak kaya gitu doank abisin waktu berapa lama, kalau saya kemaren sih baru kelar sekitar pk19.30. Lama atau wajar tuh? hehehe.

Dan hasilnya? Enak loh! hahaha senang. Si pacar juga suka masakan saya. Walo rasa sup krim ayam jamur nya masih bisa lebih enak lagi, tapi not bad lah buat first trial hahaha. Ayam masak paprikanya juga enak, padahal tadinya saya kira keasinan, eh tapi ternyata pas setelah dimakan sama nasi hihihi. Senang senang senang. Kalo kaya gini terus rasanya saya jadi pengen masak tiap hari deh hahaha.


And that's a wrap for day 8.